PENGORBANAN YANG MEMBAWA KESELAMATAN
Ada satu keluarga yang sederhana dan percaya yesus memiliki seorang anak tunggal laki- laki. Keluarga ini juga memliki seekor burung rajawali betina sebagai satu-satunya harta mereka.
Suatu saat burung rajawali mereka hilang, tetapi mereka tetap bersyukur, sedangkan orang di sekelilingnya mengejek betapa sialnya mereka ! Seminggu kemudian burung rajawali ini kembali, dan membawa seekor burung rajawali jantan, sehingga rajawali jantan itu menjadi milik mereka juga. Ternyata ketika hilang, rajawali betina itu tersesat dan bertemu dengan rajawali jantan. Dan ketika rajawali betina itu terbang dan menemukan rumahnya, dia kembali dengan pasangannya .Orang-orang seklilingnya BERKOMENTAR, memang orang kristen itu nasibnya baik, setiap ada masalah selalu berakhir dengan keberuntungan.
Sebulan kemudian, ketika bermain-main dengan rajawali betina si jantan marah, kemudian mencakar dan mematuk mata anak tunggal keluarga ini, sehingga sebelah matanya menjadi buta. Keluarga ini tetap bersyukur, sedangkan orang di sekelilingnya mengejek, ternyata kesialan yang membawa keberuntungan, akhirnya menjadi suatu kesialan yang lebih besar.
Tepat pada saat itu, tentara mendatangi daerah tersebut dan mengwajibkan semua anak laki-laki berusia 16 tahun ke atas menjalani wajib militer dan di haruskan ikut berperang di medan perang. Pemuda yang sebelah matanya buta tidak di ikut sertakan, karna lukanya yang masih parah dan memerlukan perawatan.
Setahun kemudian ketika perang usai, orang di daerah itu mendapatkan berita, bahwa semua pemuda yang ikut berperang ternyata gugur dan mati. Akhirnya orang di sekelilingnya, mensyukuri kesialan pemuda itu karna mengakibatkan keselamatan nyawanya. Seandainya pemuda itu tidak terluka dan kehilangan matanya, maka pasti dia harus ikut berperang dan gugur.
Kesimpulan dari cerpen ini, setiap masalah atau bencana pada,awalnya menyedihkan , namun setelah waktu berlalu, barulah kita mengerti ada berkat tersendiri di baliknya. Karna setiap masalah pasti mempunyai hikmatnya tersendiri. Frengky maukar, SE (2007: 109)
Refleksi untuk kita :
Yohanes 15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Kasih sejati tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri, melainkan rela mengorbankan segala sesuatu, bahkan nyawanya sendiri, bagi orang yang dikasihinya. Sebagaimana KRISTUS telah mengasihi kita, IA rela berkorban demi keselamatan kita, lalu bagaimana dengan kita kepada sesama ? Kiranya Kasih KRISTUS senantiasa menguasai hati kita, sehingga kita pun dapat menyalurkannya kepada sesama kita.
Selamat hari raya paskah Tuhan Yesus memberkati kita semua
Tidak ada komentar:
Posting Komentar